Browse By

Latihan Dasar Mapala Wira Economica Ke-XXVIII

Latihan dasar adalah kegiatan yang dilakukan setiap tahun yang bertujuan untuk mengenalkan keorganisasian Mapala Wira Economica Fakultas Ekonomi UNLAM, mendidik atau mengajarkan kepada anggota baru tentang banyak hal, melatih kemandirian, membentuk karakter seseorang agar menjadi orang yang lebih baik, mengajarkan arti kekeluargaan. Dan semua pelatihan dasar adalah suatu latihan untuk menghadapi segala sesuatu yang tidak terduga, akan di uji dalam pelatihan dasar tersebut.
Laporan ini merupakan gambaran singkat tentang pendidikan dan pelatihan Mapala Wira Economica Fakultas Ekonomi UNLAM yang kami laksanakan 2 tahap yaitu latihan dasar (latdas) ruangdan outbound. Saat latdas ruang kami mendapatkan materi mengenai kegiatan yang berkaitan langsung dan tidak langsung dengan kecintaan alam, sedangkan pada saat outbound kami menerapkan materi yang di dapat saat latdas ruang.

Latdas ruang di laksanakan pada tanggal 1-5 Oktober 2012, dan pelatihan outbound dilaksanakan di dua tempat, yang pertama dilaksanakan di Mandiangin pada tanggal 6-7 Oktober 2012 di sana kami di beri materi tentang peta kompas dan cara memanjat tebing Casablanca, dan yang kedua dilaksanakan di Riam Kanan, Desa Pa’au,Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Pelatihan dasar tersebut diikuti oleh 6 peserta, yaitu:
•    Enggal Wigatiyanto (S1 Manajemen)
•    Suhaimi (D3 Akuntansi)
•    M. Irhami (D3 Akuntansi)
•    Haekal Nuansa Ilhami (S1 Manajemen)
•    M. Luthfan (S1 IESP)
•    Khairunnisa (S1 Manajemen)

Pada hari rabu, tanggal 10 Oktober 2012 dari sekretariat Mapala Wira Economica menuju depan lobi Fakultas Ekonomi UNLAM seluruh peserta dan panitia melaksanakan upacara pembukaan latihan dasar (latdas) yang ke-XXVIII. Setelah selesai upacara seluruh peserta dan panitia berangkat dengan bus menuju Riam Kanan,Desa Pa’au, Kecamatan Aranio, Kab. Banjar. Sebelumnya kami melapor dan meminta izin terlebih dahulu di kantor polisi setempat. Sesampainya di Riam Kanan, Desa Pa’au, kami semua melakukan perjalanan dengan menggunakan transportasi air untuk menuju Desa Pa’au dengan jarak tempuh ±2jam, sesampainya di sana kamitracking menuju kaki gunung Aurbunak yang menjadi tempat lokasi utama latdas ini, dan di sana saat malam tiba seluruh peserta latdas melaksanakan jurit malam pelatihan mental dan fisik(masing-masing peserta berjalan sendiri-sendiri menuju posko-posko untuk di beri materi), setelah selesai jurit malam kami mendirikan bivoack (tenda darurat) A yang berbentuk seperti huruf A.

Hari berikutnya, tanggal 11 Oktober 2012 seluruh peserta melakukan prusiking (pemanjatan dengan menggunakan tali-temali dan simpul-simpul untuk menuju dan mencapai suatu ketinggian), tracking (perjalanan dari titik yang satu ke tempat yang lain membawa peralatan dan perlengkapan dengan berjalan kaki sampai tujuan) menuju Jambangan, sesampainya di Jambangan kami membuat bivoack gantung (bivoack gantung adalah bivoack yang di gantung dengan kedua sisinya dipasang tali agar dapat digantung di dua buah pohon yang saling berdekatan, lalu stelah selesai memasang bivoack gantung kami melakukan pendakian ke air terjun Jambangan, pada malam harinya peserta di beri materi tentang ke organisasian Mapala Wira Economica Fakultas Ekonomi UNLAM dan setelahnya semua peserta tidur kalong (tidur yang dilakukan dengan cara bergelantungan pada suatu pohon dengan menggunakan webbing yang di gunakan sebagai pengganti harness untuk menghindari bahaya binatang atau pada saat terdesak seperti pada saat banjir atau air bah dan memakai ponco agar pakaian tidak basah saat hujan turun dan mengurangi dingin saat malam).
Pada hari jum’at, tanggal 12 Oktober 2012 peserta melakukan penyeberangan kering (penyeberangan yang dilakukan untuk menyeberangi jurang dengan menggunakan tali, webbing atau harness, dan carrabiner screw(pengunci) atau snap(tidak berpengunci) dan penyeberangan basah (penyeberangan yang dilakukan saat menyeberangi sungai dan sebagainya. Dengan cara seluruh isicarrier(tas ransel besar)dipacking terlebih dahulu dengan benar lalu barang-barang tersebut dibungkus di dalam kantong mayat untuk menghindari air masuk dan membasahi seluruh barang-barang dan pakaian lalu setelah itucarrier dibungkus dengan ponco menggunakan tali diikat dengan rapi agar tas dan barang-barang di dalamnya tidak terkena air dan basah.Carrier yang telah di bungkus dengan ponco tersebut di jadikan pelampung untuk penyeberangan) setelah itu tracking kembali menuju kaki gunung Aurbunak sesampainya di kaki gunung Aurbunak seluruh peserta melakukan survival (bertahan hidup).

Hari berikutnya, tanggal 13 Oktober 2012 seluruh peserta makan besar bersama-sama, mendirikan bivoack setengah A (tenda darurat yang berbentuk seperti setengahnya huruf A), membuat tandu dengan menggunakan batang pohon kecil yang kuat untuk pertolongan pertama gawat darurat,  pembelajaran tentang peta kompas, malam kebersamaan (saring) dan api unggun.

Dan hari terakhir, tanggal 14 Oktober 2012 semua peserta latdas melakukan persiapan untuk pulang, tracking±2jam menuju Desa Pa’au, sesampainya diDesa Pa’au kami kembali melakukan penyeberan ke Riam Kanan, Kecamatan Aranio, dengan menggunakan transportasi air. Sesampainya di sana kami melakukan rappeling (tekhnik menuruni tebing tiwingan yang curam dengan membawa carrier serta barang bawaan), dan setelah rappeling semua peserta dan panitia melaksanakan upacara pelantikan dan penutupan latdas Mapala Wira Economica Fakultas Ekonomi UNLAM yang ke-XXVIII.**nisa mapala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *