Browse By

Ilmu atau Nilai?

Ilmu Atau Nilai
Oleh : Khalis Arif Pratama
Pimpinan Redaksi (Kabid Produksi)  LPM-Jurnal Kampus FE Unlam
Final test,banyak orang menganggap ini merupakan hal yang berbahaya dan dalam radius satu minggu kebelakang akan menyebabkan galau, dan cukup dirasa berlebihan. Banyak orang tidak bisa mengendalikan dirinya karena ketakutan dengan final test, termasuk alasan-alasan yang berlebihan seperti  ‘fokus final’ .
Kesimpulannya, orang hanya belajar pas sebelum final.  Terus bagaimana dengan sehari-hari Anda sebelum final? Apakah Anda tidak belajar? Apakah hanya sebelum final Anda belajar begitu keras? Apa yang sebenarnya Anda ingin dapatkan?Ilmu atau nilai?. Toh hasil dari final belum tentu menggambarkan kemampuan telak seseorang dalam memasuki dunia nyata setelah lulus nanti.
Menurut saya, ketika seseorang paham dengan suatu pelajaran pasti dia akan menguasainya walaupun tidak sepenuhnya yang penting kita paham. Yah kembali lagi kesebuah istilah ‘semuanya butuh proses’ ketika seseorang paham, maka dia akan bisa dengan pelajaran tersebut. Tentu dengan sebuahproses dan usaha, tidak ada yang instan dan mudah didapatkan di dunia ini.

Menurut yang pernah saya alami, ketika sedang final sebagian orang hanya memikirkan supaya mendapat nilai yang bagus walaupun itu dengan cara apapun, termasuk menyontek dan melakukan segala macam hal supaya nilai ujian itu bagus. Ada sebuah statemen nilai bagus belum tentu pemahaman bagussetidaknya itu yang  saya percaya dan pernah saya amati.
Coba saja dari semua orang yang mempunyai indeks prestasi di atas 3 kalau ditanya tentang pemahamannya tentang suatu pelajaran, sebagian orang saja mungkin yang paham akan pelajarannya, dan yang lain hasilnya nihil, tidak memahami pelajarannya. Yang menjadi pertanyaan, kok bisa nilaimu tinggi? Dapat darimana? Dari langit?.
Sia-sia lah kalau kita hanya mengejar nilai tanpa berambisi memperoleh ilmu. Buat apa hanya mencari nilai, toh yang dinilai sebenarnya adalah kemampuan. Orang tua menyuruh kita menuntut ilmu bukan mencari nilai. Mungkin nilai kita sekarang tidak sesuai harapan, mungkin kita akan dimarahi.Tidak apa-apa semuanya butuh proses, semuanya butuh usaha, dan semuanya tidak bisa didapat secara instan. Sayalebih memilih jatuh berkali-kali terus berhasil daripada melakukan hal-hal yang tidak perlu.
Kita hidup ‘sendiri’ dalam artian mencapai cita dan menjalaninya sendiri, dan yang tahu diri kita adalah kita sendiri. Mulai sekarang berusahalah, karena usaha yang kita hasilkan dari keringat kita sendiri itu adalah kebanggaan kita sendiri. Dan ingat dengan usaha kita past ’BISA’.(*)
“Bersakit-Sakit Dahulu Dan Bersenang-Senanglah Kemudian”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *