Browse By

Ingin Jadi Mahasiswa atau Anak Kuliahan?


Apa yang terlintas dibenakmu ketika masyarakat umum menyebut kamu mahasiswa? Tentunya ada rasa bangga dalam diri karena kita bukan lagi seorang pelajar SMA yang memakai seragam putih abu-abu. Dari sebutannya saja lebih tinggi derajatnya karena waktu duduk di bangku SMA kita masih berstatus sebagai seorang ‘siswa’, tapi ketika sudah memasuki dunia perkuliahan maka sebutan tersebut berubah menjadi ‘mahasiswa’, bedanya cuma ada tambahan yang diawali kata ‘maha’  yang artinya besar dan terhormat.
Siapa yang tidak bangga jika dirinya dihormati dan dianggap berilmu oleh masyarakat? Ketika kita menyandang status mahasiswa tersebut, otomatis kita akan siap terjun langsung ke masyarakat.
Selain sebutan mahasiswa, sering kali juga kita mendengar kata yang tidak asing lagi di dunia perkampusan, yaitu anak kuliahan. Nah, yang menjadi masalah adalah apa bedanya antara mahasiswa dengan anak kuliahan?

Mungkin orang awam akan menganggap bahwa keduanya sama saja, hanya katanya saja yang berbeda. Mereka beranggapan bahwa mahasiswa dan anak kuliahan itu sama-sama orang yang menuntut ilmu di sebuah Perguruan Tinggi.
Sebenarnya makna dari kata “mahasiswa” dan “anak kuliahan” itu bisa dianalisis dan didefinisikan dengan makna yang berbeda, karena keduanya memang memiliki makna yang tersirat.
Jika ditelusuri lebih dalam, maka anak kuliahan itu bisa diterjemahkan kepada orang yang kerjanya hanya kuliah. Maksudnya, tujuannya untuk masuk ke Perguruan Tinggi itu hanyalah untuk mempelajari teori-teori yang terdapat di dalam mata kuliah-mata kuliah yang ditawarkan setiap semesternya.

Sedangkan mahasiswa itu lebih luas maknanya, orang yang menempuh studi di Perguruan Tinggi tetapi dia tidak hanya belajar di dalam kelas. Orang yang disebut mahasiswa ini biasanya menyibukkan dirinya dengan berbagai kegiatan organisasi di kampus, selain belajar dengan giat tentunya.
Ada seseorang yang berpendapat bahwa “life is a choice” begitupun kegiatan menempuh studi di Perguruan Tinggi atau yang lebih kerennya disebut kuliah, kuliah juga merupakan sebuah pilihan. Yaitu pilihan seorang mahasiswa ingin menempuh jalan kuliah seperti apa.
Ada banyak pilihan dalam menjalani kehidupan di dunia perkampusan, dan setiap mahasiswa itu beraneka ragam pilihannya. Ada yang hanya ingin mengejar nilai akademis tertinggi, ada juga yang ingin main-main saja, maksudnya kuliah hanya sekedar mengisi waktu. Kemudian ada juga yang ingin mengejar titel sarjana, dan masih banyak lagi pilihan yang lainnya. Tergantung dari mahasiswa yang bersangkutan. Selamat menyandang gelar mahasiswa. (*)

Meningkatkan Kualitas Diri

Mantan Ketua BEM Fakultas Ekonomi Unlam M.Andri mengatakan bahwa sebagai kaum intelektual, sudah seharusnya mahasiswa dapat menjalankan fungsinya. Namun cukup banyak mahasiswa yang kurang mengerti perannya sebagai mahasiswa.
Mahasiswa seharusnya punya kepekaan terhadap apa yang terjadi di sekitarnya, serta dapat berfungsi sebagai controller terhadap kebijakan-kebijakan yang ada. Selain itu mahasiswa harus punya intuisi, kreatif, dan sebagainya. Di organisasi mahasiswa bisa menambah serta meningkatkan kualitas diri. Karena IP tinggi saja tanpa soft skill pada zaman sekarang kurang menjual. Dalam organisasi mahasiswa bisa belajar bagaiman cara berpikir dalam menghadapi keadaan di lapangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *