Browse By

“KULI” di Jurnal Kampus

Oleh : Astia Putriana

Kabid Keorganisasian LPM-Jurnal Kampus FE Unlam

 Pernahkah anda mendengar istilah “kuli”? Hmm ya istilah kuli kini mulai bergeser tangkapan estetisnya menjadi sesuatu yang bermakna sebagai orang yang bekerja dalam kancah lingkup lingkungan yang memaksanya untuk bekerja kasar, yang berat dan lebih menitikberatkan pada pekerjaan yang menuntut kekuatan fisik.
Mayoritas orang memang beranggapan mendengar kata kuli identik dengan ‘angkat-mengangkat’, kok bisa? Ya memang kalau dilihat dari perspektif optik, kuli itu kerjaannya mengangkat barang-barang berat dengan kedua tangannyabahkan dengan kekuatan bahunya yang secara jelas sangat memperlihatkan kinerja yang keras dari otot-otot bisepnya.
Kok rasanya kurang penting banget ya membahas kuli, namun bolehkah saya membuat sebuah pernyataan “SAYA RELA MENJADI KULI”. Wow.. sarkas memang mendengar pernyataan demikian, namun nyatanya saya bangga bisa menjadi kuli, kuli apa? “KULI TINTA” .

Menjadi kuli tinta juga tak kalah hebatnya dengan kuli dari segi realitanya. Kuli tinta juga memiliki pekerjaan yang berat dengan angkat-mengangkat, mengangkat kejadian peristiwa. Kuli tinta mengangkat fenomena dan kejadian yang ada pada diri pribadi maupun lingkungannya ke dalam naskah tulisan yang bermanfaat bagi pembacanya, membuat tulisan yang berkarakter dan bermanfaat itu juga tak kalah beratnya dengan mengangkat berkarung beras di punggung.
Istilah kuli tinta memang terdengar kasar dan kurang bermuatan estetis di telinga manusia, namun nyatanya beberapa insan jurnalistik tak sungkan mendapat julukan demikian, inilah yang saya ketahui dari salah satu akun facebook seorang teman baru saya, ia menuliskan kolom pekerjaannya dengan istilah kuli tinta salah satu harian terkenal di Banjarmasin. Mengesankan, nilai estetis yang dirasa berkurang tadi justru malah sangat melambung, seolah-olah kaum jurnalistik pun mengangkat beban berat juga seperti kuli.
Dalam realitanya menjadi kuli tinta memang bukan perkara yang mudah, dalam jurnalistik ada hakikat yang perlu ditaati bersama.Tak perlu jauh-jauhlah mengambil jurnalistik dalam lingkup media yang luas, dari regional kampus saja setingkat Lembaga Pers Mahasiswa yang tersebar di Banjarmasin. Para jurnalisnya memiliki pedoman dalam menjalankan tugasnya, berprinsip bahwa menjadi kuli tinta di LPM tersebut berarti siap memasang atribut pers secara luas yang mewajibkannya untuk menyampaikan berita yang aktual, relevan dan sesuai fakta.
Pada akhirnya, menjadi kuli tinta itu bukannya hina lo, malah menjadi suatu kebanggaan. Dengan kekuatan otak yang diberkahi Tuhan, kita mampu merangkai kata menjadi tulisan yang bermakna dan informatif bagi pembaca. Ayo dari sekarang kita menjadi kuli tinta. Sudah ada Jurnal Kampus nih penyalur keinginan kita untuk menjadi kuli tinta di Fakultas Ekonomi Unlam . Tetap berkarya  dan semangat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *