Browse By

RUPIAH : Mata Uang yang Lemah?


Jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat yang masih terjajah melakukan kegiatan ekonomi menggunakan mata uang asing. Periode saat itu mata uang yang digunakan adalah Gulden Belanda (1610-1817) dan Gulden Hindia-Belanda (1817-masa pendudukan Jepang). Di masa pendudukan Jepang, Rupiah Hindia Belanda mulai diperkenalkan, dan setelah berakhirnya perang dunia II, Javaans Bank (Bank Jawa) meluncurkan Rupiah Jawa sebagai penggantinya, tetapi mata uang NICA (Sekutu) dan mata uang ciptaan gerilyawan Indonesia juga digunakan.
Empat tahun setelah kemerdekaan (2 November 1949), Rupiah diresmikan sebagai mata uang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mulai dari situ, Rupiah Kertas dan Rupiah Koin telah banyak diterbitkan Bank Indonesia sebagai uang.
Rupiah diawal-awal kemerdekaan masih mempunyai nilai tukar yang kecil terhadap 1 Dollar. Untuk tahun 1949, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar adalah sekitar 3,8/USD. Bandingkan dengan diabad ke-21 ini, Rupiah berkisar antara 8.000-11.000/USD. Inflasi yang tinggi menyebabkan Rupiah terus melemah.

Meski demikian, bukan hanya Rupiah yang mengalami penurunan nilai tukar, mata uang Negara lain pun mengalami hal yang serupa. Perbedaannya, dibanding mata uang lain, Rupiah menjadi salah satu mata uang yang nilai tukarnya terhadap Dollar adalah tinggi. Misalnya Baht Thailand, dimilenium kedua ini nilai tukarnya hanya 29-45/USD, atau Peso Filipina, 40-60/USD (2000-2009). Cukup stabil dan rentangnya tidak jauh.
Beberapa minggu belakangan (September-Oktober), secara mengejutkan Rupiah berfluktuasi dari yang awalnya 8500-an menjadi 11000-an. Mungkin dikarenakan beberapa faktor sebagai berikut:
– Sentimen terhadap Rupiah, Rupiah sedikit melemah para spekulan langsung menjual dan membeli Dollar.
– Hot Money, dana dari luar negeri dalam jangka waktu yang sangat pendek yang masuk ke dalam pasar finansial (pasar modal, pasar uang atau pasar devisa).
– Tindakan spekulan, melakukan pembelian dan penjualan Rupiah atau Dollar secara gamblang untuk memperoleh keuntungan.
– Harga minyak naik, jika harga minyak dunia naik maka dollar akan menurun dan menaikkan Rupiah.
– Perekonomian Amerika dan Eropa melemah atau menguat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *