Browse By

Terus Kenalkan JABOER Ke Kalangan Kaula Muda


Berawal dari keinginan untuk memperkenalkan kain sasirangan kepada daerah lain, dan juga sebagai  juara pertama dalam Lomba Bussines Plan National Competition di Universitas Brawijaya. Anis Dian,  Mahasiwi jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Unlam membangun usaha pakaian yang diberi nama Jaboer (Java Borneo).
Jaboer merupakan kolaborasi kain khas indonesia seperti sasirangan dan batik yang dibuat dalam kaos, polo, kemeja, blazer, long dress, mini dress dan lain sebagainya.
Modal awal dalam menjalankan usaha ini berasal dari hadiah Lomba Bussines Plan dan gabungan dengan modal sendiri. Banyak tantangan  yang dihadapi Anis dalam menjalankan usahanya seperti terbatasnya modal dan mahalnya bahan baku yang ada di pasaran.

“Di pasaran seperti kain sasirangan kami harus memesan dari luar kota sedangkan kain batik juga mahal di Banjarmasin,” ujarnya saat di wawancarai Kru Jurnal Kampus, Senin (26/8).
Adapun selama ini promosi yang kami lakukan untuk bisa memasarkan produk Jaboer tersebut di awali dengan face to face , berawal dari keluarga sampai ke teman-teman.
Tak hanya modal dan bahan baku saja yang menjadi kendala dalam menjalankan usaha tersebut, anis juga menyebutkan selain itu adalah kendala dalam memasarkan produknya. Dan kurang berminatnya kaula muda dengan sasirangan menjadi tantangan kami bagaimana produk ini harus dicintai.
“Anak muda sekarang jarang mau memakai sasirangan, mereka lebih tertarik dengan pakaian–pakaian yang berasal dari luar negeri yang saat ini lagi booming di Indonesia”, ungkapnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut di sebutkan Anis, mereka berencana akan meminjam modal melalui program pemerintah yang bernama KUR (Kredit Usaha Rakyat), supaya ada tambahan modal untuk membeli lebih banyak bahan baku dan juga untuk menghemat cost produksi bahan baku.
Selain itu, diungkapkan Anis, usaha Jaboer sengaja diciptakan untuk memperkenalkan budaya Banjar khususnya sasirangan  kepada kalangan muda agar anak mereka di jaman sekarang lebih mencintai kebudayaan daerahnya sendiri daripada budaya orang lain. “Kurahap anak muda jaman sekarang pun bisa mencintai budaya daerahnya sendiri,” tambahnya .
Kedepan, menurut Anis usaha Jaboer akan lebih popular di kalangan anak muda sehingga mereka bisa mencintai budayanya sendiri khususnya banjar dan umumnya adalah Indonesia.
“Mudah-mudahan dengan usaha ini juga kami kami lebih mengenalkan lagu budaya banjar khususnya kain sasirangan dan juga bisa membuat kalangan muda lebih mencintai budaya daerahnya sendiri,” ujarnya dengan semangat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *