Browse By

PROSA : Sekuat Dandelion

Tak dianggap atau hanya dianggap sebagai tumbuhan liar. Terlihat sangat rapuh memang. Tetapi sebenarnya dia sangat kuat. Dia akan terbang jika tertiup angin. Tubuhnya memang ringan, sehingga angin sangat mudah untuk menerbangkannya.
Namun, dia tidak pernah mengeluh. Iya, dia tidak pernah benci kepada angin. Dia seakan-akan berterima kasih kepada angin. Karena angin membuatnya lebih kuat. Terbang jauh meski hanya sendirian. Lalu mendarat di tempat yang baru. Tempat yang jauh dari tempat dia berasal. Dia tidak perduli apakah mendarat di tempat tandus, di tepi jalan, atau terjebak di antara semak belukar yang berduri. Dia akan tetap hidup disana. Dimanapun tempat dia singgah.

Tubuhnya yang kecil berasal dari bunga. Bunga yang cantik, Dandelion. Bunga yang sering disapa si mungil bertopi putih ini hidup di mana-mana. Di tempat angin menjatuhkannya. Dia akan hanya ada di satu tempat kalau angin tidak membawanya.
Benih-benih dandelion meninggalkan induknya. Terbang setinggi mungkin. Untuk hidup di tempat lain. Tempat dimana angin menjatuhkannya, dimanapun. Dia tidak pernah menyerah meskipun berada di tempat baru. Dia akan selalu memeberikan kehidupan baru. Dari benih yang terbang lalu jatuh. Benih yang baru sampai di tempat baru itu mengering dan tumbuhlah menjadi bunga yang cantik.
Dandelion tidak pernah menyerah. Dia pintar beradaptasi di tempat baru. Dan selalu memberikan kehidupan baru dimana dia di jatuhkan angin. Menjadi seperti dandelion memang hebat. Tak pernah menyerah menggapai cita-cita dan bisa memberikan manfaat di tempat baru.
…oleh Nurul Hafizah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *