Browse By

PUISI : Menunggu Kematianku

oleh : Dani Mahmoed

Hidup berbatas dari kelahiran sampai kematian
Hidup setelah kematian menjadi awal yang tidak memiliki
Akhir lagi. Jiwa satu-satunya saksi pengorbanan kehidupan
Dunia dan pemegang jalannya. Kehidupan setelah kematian

Tuhan hanya menunggu hasil saja, tidak melihat awal yang
Baik atau buruk. Sudah tidak ada kemauan tuhan untuk
Memperbaiki kehidupan manusia, tidak ada usaha
Manusia untuk menyentuh Tuhan demi perbaikan
Kehidupan manusia. Manusia hanya memikirkan dirinya
Sendiri, tidak ingin melihat tuhan sebagai awal
Kehidupannya dan mencari alasan terbaik untuk
Kemenangan yang tidak ada


Tidak ada jawaban diatas jawaban palsu atas jawaban
Sebenarnya. Yang ada hanya pertanyaan yang mustahil
Untuk dijawab dan tidak pantas untuk dipertanyakan.
Hidup adalah sebuah perjalanan yang berbentuk angka
1, 2, 3 dan 4. Satu adalah kelahiran, dua untuk kehidupan,
Tiga adalah kematian dan empat menjadi akhir dari
Segalanya atau kehidupan lain. Angka empat akan
Terlihat bersih apabila angka dua dipenuhi dengan
Kebaikan. Apabila angka dua begitu kotor dan najis, maka
Angka empat akan penuh dengan penyiksaan.

Tetapi, kehidupan adalah sebuah perjalanan
Yang terselimuti permainan Tuhan

4 thoughts on “PUISI : Menunggu Kematianku”

  1. Anonim says:

    Kalo boleh tahu, penulis puisi ini siapa?

  2. Redaksi Jurnal Kampus says:

    Muhammad Elhami, Alumi LPM Jurnal Kampus

  3. Anonim says:

    Yang saya tahu, puisi ini ditulis oleh Dani Mahmoed dalam bukunya yang berjudul "Menunggu Kematianku". http://bukuindie.com/book/menunggu-kematianku/

  4. Redaksi Jurnal Kampus says:

    Kami sudah mengkonfirmasi ke orangnya, ternyata memang karangan Dani Mahmoed. Terimakasih sebelumnya sudah mengingatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *