Browse By

SOSOK : Keberhasilan di Lihat Dari Prosesnya

Menuntut ilmu di Universitas Airlangga merupakan pengalaman yang tidak terlupakan oleh Bapak yang bernama lengkap Drs Ec Syaiful Hifni, M. Si, Ak. Mengambil pasca sarjana di sana membuat bapak yang disapa akrab Pak Syaiful ini harus memilih antara kemampuan dan kebutuhan.
Kemampuan yang terbatas dan kebutuhan haruslah ada saat berjuang menuntut ilmu. “Menjadi mahasiswa berarti menjadi bagian mata rantai kehidupan, jadi harus benar-benar bisa memilih,” ujarnya bapak yang kini menjabat sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi Unlam.
Mencoba membandingkan kondisi mahasiswa di zaman Ia kuliah waktu dulu. Bapak penyuka olahraga bulutangkis ini menjelaskan bahwa kondisi mahasiswa dulu sangat berbeda dengan saat sekarang ini, seperti faktor kebiasaan/keseharian yang mempengaruhi perilaku mahasiswa.

“Menjadi mahasiswa pada saat zaman saya itu sangat terbatas dalam mengakses pengetahuan, masih dengan cara yang sangat tradisional, berbeda dengan mahasiswa seperti  sekarang ini. Perilaku mahasiswa dulu lebih bersahaja dan tidak terlalu dipicu oleh kemajuan teknologi. Sekarang ini orang-orang sudah information minded,” jelasnya kepada Tim Jurnal Kampus beberapa waktu yang lalu.
Mengemukakan sesuatu lebih baik dari pada disimpan, selagi itu mempunyai alasan kebaikan merupakan prinsip yang selalu di pegang oleh Bapak yang juga sebagai dosen di Jurusan Akuntansi ini.
Bapak yang mempunyai hobi olahraga dan sering menyaksikan tayangan seperti olahraga bulu tangkis ini juga selain sibuk dengan jabatannya sebagai Pembantu Dekan III FE Unlam, diluar ia menjabat sebagai anggota badan pengawas di Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah (P.D. PAL) Banjarmasin, kemudian juga membantu di Pemprov Kalsel sebagai resident konsultan di biro keuangan. Saking banyaknya kegiatan yang diikuti, Ia mengaku tidak mempermasalahkan soal pembagian waktu.
Tujuan hidup yang sebenarnya adalah menuju pada suatu kondisi dimana kita akan mengakhiri peran kita sebagai makhluk Tuhan, jadi kita harus mengisinya dengan sesuatu yang baik. Inilah kata-kata yang menginspirasi didalam hidupnya.
Pesannya kepada mahasiswa yang merupakan bagian dari  mata rantai kehidupan dan kelanjutan generasi masa depan adalah “Keberhasilan sangat di tentukan oleh intensitaspengorbanan yang diberikan juga keseriusan dalam prosesnya.”
Itulah sedikit gambaran tentang sosok Bapak Syaiful Hifni yang menjadi dosen sejak tahun 1990. Dan sekarang menjadi Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi Unlam. Sangat luar biasa jika kita melihat prinsip dan hal yang selalu menjadi inspirasi dalam hidupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *