Browse By

Kampusiana : Expressikan Diri Lewat Tulisan

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menulis, itulah kata pepatah. Pada edisi kali ini, kami akan membahas tentang sobat kampusiana yang hobinya menulis sehingga bisa menjadi sebuah karya dan bahkan ada yang sudah mempunyai buku sendiri. Muhammad Nur Rifa’I atau biasa disebut Bahdur, Mahasiswa Manajemen angkatan 2010 ini misalnya, berawal dari hobinya aktif menulis di blog, Bahdur takut tulisannya di copy-paste oleh orang lain. Akhirnya karena takut mulailah ide Bahdur untuk membuat sebuah buku, “Dari pada tulisanku di blog di copy-paste orang lain lebih baik aku nerbitin buku sendiri,“ ujarnya.
Buku yang diterbitkan Bahdur berjudul “The Break Up Master“ yang artinya “Master Patah Hati”. Ini menceritakan tentang pengalaman-pengalaman hidupnya yang sering patah hati dari mulai masa-masa ospek sampai sekarang. “Sebagian besar buku ini berkisah tentang pengalaman saya yang sering patah hati,” ujarnya saat di wawancarai kru jurnal kampus (15/11) . Buku ini telah terbit dan sudah beredar di gramedia, “Alhamdulilah kemaren sudah launching bukunya dan sekarang sudah beredar di gramedia,” tambahnya. 
Bahdur mengaku insiprasinya dalam menulis adalah Raditya Dika, “Sumber inspirasiku adalah novel karyanya Raditya Dika, karena novelnya ringan serta enak dibaca oleh semua kalangan dan aku cuma punya novelnya raditya dika saja dirumah,” celetuknya saat diwawancarai. 
Selain itu juga menuturkan keinginannya untuk menerbitkan buku lagi ditahun 2014, dengan harapan bukunya bisa diterima lebih luas di masyarakat, khususnya daerah Banjarmasin. “Kan ada pepatah, buku itu jendela dunia. Nah, jadi dengan membuat buku sendiri, aku ingin membuat dunia sendiri,” ucapnya
Masih selaras dengan Bahdur, seorang mahasiswi jurusan Akuntansi Universitas Lambung mangkurat, Ida Muliyati. Hobi menulis yang digelutinya sejak kelas tiga  SMP,  berbuah manis ketika tulisannya yang berjudul Hujan dan Kemarau diterbitkan. Cewek yang biasa disapa Ida ini awalnya menulis Fan Fiction Anime, kemudian berkembang ke puisi dan cerpen yang rajin di publikasikannya lewat situs jejaring social facebook . Sedangkan untuk mulai menyusun novel, diakuinya baru dilakukan ketika ia telah duduk dibangku kuliah.
Ida yang  saat ini kuliah disemester 3, sering menyiasati waktu senggang dan libur untuk menjalankan hobi menulisnya. Untuk proses menerbitkan buku, Ida menuturkan bahwa awalnya ia mengikuti sebuah lomba menulis cerpen media online, dan ternyata salah satu cerpennya berhasil masuk ke kumpulan 20 cerpen tahap akhir. Buku kumpulan cerpen tersebut akhirnya diterbitkan dengan judul A Day To Remeber .
Tidak berhenti sampai disitu, Ida kemudian mencari cara lagi agar dapat menerbitkan bukunya sendiri, melalui situs online nulisbuku.com.  Novel Hujan dan Kemarau pun berhasil terbit setelah disusun dalam waktu sekitar empat bulan. Novelnya ini banyak mengambil latar tempat di Batulicin. “tujuannya untuk lebih mengenalkan batulicin” tuturnya. Inspirasinya pun banyak didapat ketika ia pulang kampung.  “Aku sering pulang pergi batulicin, waktu perjalanannya kan 6 jam, dimobil cuma diam dan pasang headset. Nah, pas denger lagu yang bagus biasanya langsung ada ide, kalau bikin cerita maunya gimana” jelasnya. Tapi Ida mengakui, kadang-kadang ia bisa kehilangan inspirasi untuk sebuah cerita. Hal yang menurutnya sudah menjadi penyakit umum penulis itu, bisa di atasi dengan memulai tulisan baru yang lain dulu.
Lain lagi dengan cara mengatasi jenuh menulis yang dilakukan Eva Rizkiyana. Ia lebih memilih untuk menyimpan dan “mendiamkan” tulisannya sementara waktu dan berusaha untuk tidak terpaku hanya pada satu ide saja. “Tulisan juga ga bisa dipaksakan” ucap mahasiswi akuntansi Universitas Lambung Mangkurat, yang juga aktif siaran di Radio untuk Music Channel itu. Bahkan cewek ini mengakui sempat tidak menulis selama 2 tahun karena sulitnya mengatasi kesibukkan lainnya.
 Eva lebih suka menulis di Blog, baik tulisan fiksi maupun nonfiksi. Menurutnya dengan menulis ia bisa menunjukkan suatu hal yang dibahas dari sudut pandang yang berbeda, dengan harapan tulisannya dapat berguna bagi orang lain.
Dari kecintaannya terhadap puisi, Eva dan kawan-kawannya dari twitter membuat forum Kopi Darat yang biasanya nongkrong di caffe setiap hari minggu sore. Tanggal 24 November nanti, akan diadakan acara pertama Malam Puisi. Kegiatan yang sudah banyak dilakukan di kota-kota lain ini sengaja dibuat untuk mewadahi para pecinta tulisan puisi. “Nah jadi kalau nanti mau perform puisi juga bisa”, tuturnya yang mengidolakan penulis Sitta Karina. Forum Kopi Darat yang bergerak melalui situs twitter tersebut juga pernah berkontribusi dalam acara Sejuta Pohon, “kami bikin suatu hastage, untuk setiap dua retweet dari orang lain dihargai denvan menanam satu pohon” tuturnya.
Ketika ditanya manfaat yang didapatkan dari menulis, Eva menjelaskan bahwa dengan menulis kita bisa lebih mengenali karakter diri kita sendiri, mengetahui cara berinteraksi dan berbicara yang baik dengan orang lain, “untuk tugas kuliah juga, jadi lebih mudah karena sudah biasa nulis” tambahnya (*)
Oleh : Ismy Peratywi dan Muhammad Nazamuddin 

One thought on “Kampusiana : Expressikan Diri Lewat Tulisan”

  1. Anonim says:

    eva minta nopenya dooooong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *