Browse By

B’day


Hai, aku Oca. Sore tadi aku datang ke sebuah pesta. Birthday party, yah sebuah perayaan mengingat kapan kamu lahir. Sebuah pesta dimana kamu akan mendapatkan segala macam doa, dari orang-orang terdekatmu pastinya. Semoga panjang umur salah satunya. Salah satu doa yang mungkin membuat kamu lupa, kalau sebenarnya umur kamu berkurang untuk tetap melihat dunia.
Well, aku jadi ingat seseorang. Seorang gadis yang ada dalam imajinasiku.
Dia gadis lugu, tinggal di sebuah gubuk kecil bersama Bapak dan Ibunya. Dia selalu ingin hari lahirnya dirayakan seperti teman-temannya. Setiap menjelang hari lahirnya, dia selalu meminta kepada orang tuanya agar ada perayaan di hari ulang tahunnya.
Dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari-hari buat mereka bertiga, rasanya untuk sebuah perayaan terasa sangat sulit. Menjelang usia ke tujuh tahun, gadis ini meminta lagi apa yang diinginkannya. Orang tuanya pun berasa ingin merayakan hari ulang tahun anaknya ini. Bekerja dengan giatnya untuk memenuhi keinginan anak tunggalnya. Seorang anak yang ditemukan di depan pintu rumah mereka tujuh tahun yang lalu.
Gadis lugu yang belum tahu kalau dia hanyalah seorang anak pungut, hanya berharap dan terus berharap akan ada perayaan di hari lahirnya. Iya, hari di mana dia ditemukan. Di tahun ini pasangan suami isteri yang tidak dikarunia anak ini, memberikan perayaan seadanya untuk anak pungutnya. Anak yang selalu mereka sayangi dan cintai setulus hati. Mereka membelikan kue ulang tahun seadanya untuk dirayakan bersama-sama dirumah.
Betapa bahagianya gadis itu saat kedua orang tuanya memberikan kue dengan dihiasi lilin diatasnya.  Segala macam doa tercurah kepadanya.  Air mata pun berjatuhan membasahi pipi gadis lugu itu, ketika kedua orang tuanya bercerita tentang tujuh tahun yang lalu.
Yah, aku pun pasti akan menagis seandainya aku yang berada di posisi gadis itu. Aku tidak tahu, apa yang akan terjadi seandainya mereka tidak menerimaku. Mungkin saja aku akan mati. Sama seperti halnya di hari tibanya kita di dunia ini. Ada seseorang yang mempertaruhkan hidupnya demi kita. Ada seseorang yang rela menahan sakit tidak terkira demi kita. Demi seorang anak yang mereka dambakan. Demi seorang anak yang akan membuat hari mereka terasa lebih menyenangkan. Seorang anak yang ditunggu-tunggu.
Birthday. Yah, adalah waktu dimana seharusnya kita menengok ke masa lalu kalau di hari itu ada seorang perempuan rela mempertaruhkan nyawanya demi kita, seorang ayah yang begitu khawatirnya menunggu kita. (Fizah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *