Browse By

Cinta Dinanti Ujungnya Mati



Disebuah SMU favorit di kota Banjarmasin, yang terkenal sekolahnya dengan para siswa-siswi bergudang prestasi, dari akademik hingga modelling. Dan juga para muridnya ratu-ratu anak gedongan, yang membuat kesenjangan di antara murid.

Di sekolah itu masing-masing siswa berteman dengan gaya berkelompok, bahasa kerennya genk. Ada genk cowok Ba-boygenk cowok Metropolisgenk cewek Centil dan ada genk murid-murid pintar, culun, dan masih banyak lagi.
Pada suatu hari ketika itu organisasi intra sekolah (OSIS) mengadakan peringatan hari jadi sekolah dengan mengadakan lomba basket antar kelas. Ada salah seorang murid dari tim basket kelas XII IPA yang banyak di kagumi oleh para-para cewek sebut saja namanya Kiky.
Orangnya baik, tampan, cool dan keren. Pada waktu itu tim basket XII IPA bertanding melawan tim basket XII IPS. Sorak sorai para cewek genk centil heboh ketika bola ditangan Kiky, dengan skill yang baik Kiky mampu melewati para pemain lawan dan berhasil memasukkan bola, sontak semua cewek yang melihatnya berteriak kegirangan. Telah lama pentandingan berjalan, babak pertama usai.
Kemudian memasuki babak kedua, ketika itu Kiky mendapat bola dan bermaksud mengover pada temannya namun bola tersebut malah keluar dan mengenai kepala seorang cewek manis yang berambut pirang sebut saja namanya Azkia. Dia adalah siswa kelas X di sekolah itu. Kiky terpesona seketika melihatnya.
Pertandingan terus berjalan dan berakhir dengan kemenangan untuk tim basket XII IPA. Setelah berakhirnya pertandingan Kiky mencoba mencari Azkia untuk meminta maaf namun dia tidak menemukannya.
Besok harinya Kiky berjalan ke kelas X bermaksud untuk menemui Azkia. Setelah keliling-keliling berjalan tanpa di sengaja Kiky bersenggolan dengan Azkia didepan kelas. Pada waktu itu Azkia tidak sendiri dia dengan teman-temannya yang pengagum berat dengan Kiky.
Mereka kaget tiba-tiba Kiky menyapa Azkia dengan perkataan minta maaf karena kejadian kemaren, sontak teman-teman Azkia memandang kearah mereka berdua. Namun para cewek dari genk centil langsung mendekati Azkia dan menariknya, Dengan nada keras, salah satu dari genk centil memberi peringatan, dan dengan muka lugunya Azkia hanya mengangguk.
Kemudian salah seorang cewek dari genk centil langsung berlaga berbuat baik dengan Azkia untuk mengambil perhatian Kiky namun Kiky tetap saja cuek dengan sifatnya yang cool terhadap cewek. Kiky hanya terfokus pada cewek manis berambut pirang itu. Dengan segera Kiky meminta maaf kembali pada dia. Azkia pun memaafkan dan langsung masuk ke dalam kelas tanpa berkenalan.
Pada saat pulang sekolah Kiky berniat untuk menemui cewek manis itu lagi dan ingin berkenalan dengannya namun Azkia ternyata sudah pulang dengan teman sekelasnya bernama Doni. Kiky pun menutup niatnya tersebut.
Setelah seminggu kejadian itu , Kiky memperhatikan gerak-gerik cewek manis kelas X itu. Dari jauh ada rasa cemburu ketika Kiky melihat Azkia selalu bersama Doni. Kiky bingung bagaimana cara mendekatinya sedangkan Kiky cowok yang cool, cuek, dan gensi untuk jatuh ke tangan cewek dengan begitu mudahnya.
Setiap kali dirumah, Kiky selalu kepikiran cewek manis itu, tak jarang Kiky selalu melamunkan dia. Namun Kiky sadar kalo dia memendam rasa pada cewek itu tapi dia juga tidak mau merendahkan derajatnya sebagai cowok yang banyak di kagumi para cewek-cewek disekolah.
Pada suatu ketika tanpa sadar Kiky menulis nama Azkia dibelakang buku tulisnya dan tanpa sengaja Carolina cewek cantik, kaya, satu kelas dengan Kiky dari genk Centil yang sangat menyukai Kiky itu, membacanya. Carolina dan anak buahnya di genk centil langsung berjalan kearah kelas X dan di depan kantin Pak Lee, Carolina ketemu dengan Azkia dengan sengaja menabraknya. Azkia kaget dan bingung kenapa kakak-kakak kelas XII marah-marah dan menuduhnya merebut Kiky sedangkan Azkia tidak tahu apa-apa.
Saat tamparan sudah hampir mengenai pipi Azkia, Kiky tiba-tiba muncul dan sontak Kiky marah besar pada Carolina, dan langsung Carolina tertunduk meminta maaf pada Azkia kemudian lalu pergi.
Sejak itulah Kiky dan Azkia mulai dekat. Mereka bertukar no Hp, pulang bareng, hingga jalan berdua. Mereka semakin dekat, Doni teman sekelas Azkia pun mulai jaga jarak dan menjauh karena takut di bilang bermaksud menghancurkan hubungan orang lain.
Satu bulan berlalu, Kiky semakin yakin terhadap Azkia kalau Azkia juga menyukainya. Saat Kiky berkunjung kerumah Azkia, tiba-tiba Doni datang ingin meminjam buku, ketika melihat kalo ada Kiky dirumah Azkia dengan buru-buru Doni ingin pergi tetapi dari balik kaca jendela Azkia melihat dia lalu memanggilnya dan menyuruh Doni masuk kerumahnya. Doni pun tak jadi pergi dan masuk ke dalam rumah. Kiky cemburu melihat canda tawa Azkia dengan Doni lalu Kiky berdiri dari tempat duduk dan secara mengagetkan langsung meminta izin untuk pulang.
Senin pagi yang cerah tapi tidak secerah nasib Azkia. Motornya mogok ditengah jalan untungnya pada saat itu ada Kiky lewat dan mengajak Azkia untuk pergi bareng ke sekolah dengannya namun Azkia bingung ikut atau tidak. Tiba-tiba Doni lewat dan berhenti di depan motor Azkia. Azkia semakin bingung dan akhirnya Azkia pergi bareng Kiky sementara motornya di bantu oleh Doni untuk di bawa ke bengkel.
Sesampai disekolah, para genk centil yang selalu berbaris didepan saat upacara kaget menyaksikan Kiky berjalan dengan Azkia, sontak Carolina kembali memendam amarah terhadap Azkia.
Setelah upacara selesai Carolina langsung menuju kelas Azkia kemudian melabrak Azkia dan menggamparnya. Muka Azkia memar dan dia menangis. Doni menyaksikan kejadian itu mengencam dan memarahi kakak kelas tersebutCarolina pun berbalik memarahi Doni dan mengatakan kalo Azkia telah mengganggu hubungannya dengan Kiky. KemudiaCarolina pun pergi dengan besar hati.
Doni dengan emosinya mencari Kiky dan menemukannya di kantin bersama teman-temannya, tanpa pikir panjang Doni langsung menggampar KikyKiky kaget dan dia langsung membalas mengampar Doni kemudian teman-temannya merelai mereka berdua.
Tiba-tiba terdengar suara ribut murid-murid memberitahukan bahwa Azkia pingsan dikamar mandi dengan hidung berlumuran darah. Kiky dan Doni mendengar itu sontak mereka berdua lari menuju kamar mandi dan langsung membawa Azkia ke UKS. Namun, Azkia masih tak kunjung sadar, dia pun langsung dilarikan ke rumah sakit.
Sampai dirumah sakit, Azkia langsung dimasukan ke ruang UGD dan dipakaikan alat-alat ditubuhnya, Doni dan Kiky menunggu di depan pintu dengan pikiran cemas. Setelah 30 menit kemudian keluarga Azkia dating. Namun, Azkia belum juga sadarkan diri. Ternyata tamparan Carolina mengenai pembuluh darah di hidung dan saraf otak hingga mengakibatkan Azkia pingsan.
Kiky yang mengetahui bahwa Carolina yang telah menyebabkan Azkia tidak sadarkan diri langsung kembali ke sekolah dan melaporkan kejadian itu ke guru bimbingan konseling (BP). Carolina pun dipanggil keruang BP dan diminta untuk bertanggung jawab. Kiky yang melihat Carolina ingin sekali mengamparnya.
Kemudian Carolina dan Kiky bersama guru BP pergi ke rumah sakit dimana Azkia dirawat. Carolina pun diminta menceritakan kejadian sekaligus meminta maaf dan bertanggung jawab. Sebelum Carolina mengucapkan kata maaf ibu Azkia dengan emosi langsung memarahi Carolina dengan kata-kata pedas. Saat guru BP berusaha merelainya, dokter keluar dari ruang dan mengatakan kalo Azkia sudah sadar tetapi belum bisa di temui.
Dokter meminta keluarga Azkia ke ruangnya untuk bicara empat mata, namun Kiky memaksa untuk ikut karena Kiky merasa kejadian ini semua gara-gara dia, lalu dokter pun mengizinkannya. Setelah mendapat penjelasan dari dokter bahwa Azkia harus dirawat beberapa hari di rumah sakit,  keluarga Azkia dan Kiky merasa cemas dan meminta dokter untuk merawatnya dengan baik.
Tidak terasa sudah 4 hari Azkia dirawat. Selama Azkia dirawat Kiky dan Doni setiap hari menjenguknya, Azkia pun senang dengan mereka. Dan pada sore hari, Azkia diperbolehkan pulang oleh dokter. Keluarga Azkia bahagia mendengar kabar itu dan tanpa diketahui Roland datang menjemput sore itu dirumah sakit.
Roland adalah laki-laki yang dijodohkan sejak kecil dengan Azkia alangkah senangnya hati Azkia mengetahui bahwa Roland hadir untuk menjemputnyaRoland yang di nanti di rindukan Azkia, jauh datang dari Bandung hanya untuk menjemput Azkia, Kiky dan Doni pun sontak kaget kepayang.
Azkia langsung mengenalkan Roland pada Kiky dan Doni. Tanpa di ketahui oleh Azkia dan Kiky ternyata Doni juga memendam perasaan suka terhadap Azkia. Kiky dan Doni yang mengetahui bahwa Azkia sudah di jodohkan itu, serempak mereka berkata “cinta dinanti ujungnya mati“. Azkia dan Roland bingung dengan perkataan mereka. Sambil mengusap kepala Kiky dan Doni berjalan menuju keluar rumah sakit.

THE END


Oleh    : Muhammad Riski, S1 – Akuntansi 2011

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *