Browse By

Mahasiswa FEB UNLAM Pesta Demokrasi

Sumber foto: Arsip Jurnal Kampus
Senin (17/03) dilaksanakan pembukaan Pemilu Raya Mahasiswa 2014 dengan mengangkat tema “Pemilihan Umum Mahasiswa 2014 FEB UNLAM sebagai Wujud Demokrasi Mahasiswa Guna Terciptanya Organisasi Kemahasiswaan yang Berkualitas dan Berintegrasi. Agenda diawali dengan debat (17), masa tenang (18), dan hari pencoblosan (19-20) untuk memilih ketua himpunan dan BEM untuk periode 2014. Selaku ketua BLM Wiranda Kusuma menyampaikan KPU pada tahun ini sangat berbeda. Yang memiliki hak suara tidak hanya reg A (reguler) saja tetapi juga bagi reg B (ekstensi).
            Tanggal acara KPU ini dipilih bertepatan dengan dekatnya pemilu tanggal 9 April.Semoga kita juga bisa mengambil hikmah dalam mencari pemimpin ketua himpunan dan BEM,”kata Ibu Muslimah, SE dalam pembukaan. Selain itu Ibu Muslimah, SE juga berpesan agar kepada ketua organisasi yang lama dan calon yang baru nanti untuk membimbing adik tingkatpenerus.
“Semoga  ketua yang akan datang akan bekerja  dengan baik. Karena banyak tantangan dan kendala terutama dalam hal pendanaan yang sekarang terlalu susah didapatkan. Ini karena pada 2013 tidak ada lagi dana IKOMA dan IKOMA pada 2013  dulu sudah termasuk dalam SPP tunggal, tegas beliau.
Rabu (19/03) sejak pukul 08.00 pagi, disela-sela waktu perkuliahan, mahasiswa antusias dan rela antri beberapa menit untuk memilih. Beberapa panitia juga aktif mendatangi kelas untuk mencari mahasiswa yang belum mencoblos. Panitia mendapat dukungan penuh dari Pembantu Dekan III. Dengan harapan agar mahasiswa ikut berpatisipasi sepenuhnya dalam pemilihan ini.
            Salah seorang mahasiswa, M. Maulana mengungkapkan kebahagiaannyakarena dalam pemilihan ini hak suaranya dipergunakan dengan baik.  “Kriteria sebenarnya tidak ada tapi bagi yang terpilih nanti semoga dapat memperbaiki lagi kinerjanya dari pada tahun yang lalu,” ujarnya.
Walaupun sependapat dengan Maulana, Abdur Rahman juga mengkritisi pelaksanaan kegiatan. “Baru pertama kali ini saya memilih secara langsung dan pemilihan ini sangat baik, tidak ada paksaan. Namun di sisi lain saya juga merasa kurang puas dengan sosialisasinya karena sebagian mahasiswa ada  yang tidak mehadiri secara langsung penyampaian visi dan misi yang disampaikan oleh kandidat pada debat waktu itu. Sehingga sosialisasi itu kurang efektif.”
“Walaupun mengalami beberapa kendala, pelaksanaan dalam hal kualitas kami mengusahakan agar bisa memberikan yang terbaik untuk mencapai hasil maksimal dan kekurangan dana bisa teratasi dengan ditanggung bersama-sama,” tukas Gusti Indra Rahmadhani, Ketua Panitia Pemilu Raya Mahasiswa 2014. Indra berharap untuk kedepannya calon yang terpilih dapat memberikan yang terbaik. (Nadya/Dewi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *