Browse By

MENYAYANGI BINATANG

sumber foto: http://www.sditalfurqon-palangkaraya.sch.id/


Cerita mengenai kemuliaan Rasulullah sudah sering kali kita dengar. Beliau memberikan contoh terbaik tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin, menjadi orang tua yang baik, suami ideal, dan masih banyak lagi.

Akhlaq nya yang begitu mulia dan sempurna tanpa cela tidak hanya diterapkan pada sesama manusia, namun juga pada binatang. Sungguh sempurnanya agama Islam yang memberikan tuntunan hidup yang super lengkap bahkan adab kepada binatang.


Dosen IAIN Antasari Banjarmasin Ustadz Kamil mengatakan, dalam hadits Rasulullah SAW menceritakan seorang wanita yang menyiksa seekor kucing. Sang wanita tidak saja mengurungnya, namun juga tidak memberinya makan dan minum, bahkan dia juga tidak melepaskannya hingga kucing tersebut bisa mencari makanannya sendiri.

“Perbuatan yang buruk ini menyebabkan wanita tersebut kelak akan masuk neraka,” ujarnya.

Adapun berikut bunyi hadisnya: Abdullah bin Umar r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Seorang wanita disiksa karena ia mengurung seekor kucing hingga mati dan wanita itu pun masuk neraka; wanita tersebut tidak memberi kucing itu makan dan minum saat dia mengurungnya dan tidak membiarkannya untuk memakan buruannya (HR.Bukhari Muslim)

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam hadits lain Rasulullah SAW juga mengisyaratkan untuk memperlakukan binatang dengan baik dan tidak boleh menyiksanya. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik kepada segala hal. Oleh karena itu, jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan baik. Hendaklah salah seorang dari kalian menenangkan hewan yang akan disembelihnya, dan menajamkan pisaunya” (H.R Muslim)

Dari Sahal bin Hanzhaliyah, ia berkata: “Rasulullah SAW pernah melewati seekor unta yang punggungnya bertemu dengan perutnya (karena kelaparan atau kurus), kemudian beliau bersabda, “Takutlah kalian kepada Allah atas binatang yang bisu ini. Kendarailah ia dengan cara yang baik dan berilah ia makan dengan cara yang baikpula. ” (H.R Abu Daud)

Barangsiapa menyakiti atau menyiksa seekor binatang tanpa sebab tertentu yang dibenarkan syariat, apalagi sampai membunuhnya, maka Allah SWT pasti akan memberikan balasan yang setimpal di akhirat kelak. Kalaupun binatang tersebut diduga kuat sangat membahayakan, maka ia boleh dibunuh tanpa harus menyiksanya

Di sinilah salah satu letak kemuliaan agama Islam. Kepada binatang saja kita diwajibkan untuk berlaku baik. Kalaupun harus membunuhnya, maka harus dengan cara yang baik pula.

“Menyiksa binatang saja berdosa, apalagi menyiksa sesama manusia. Demikian banyak orang yang dengan mudahnya “menghilangkan” nyawa orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan. Padahal, di dunia hukumannya amat berat apalagi di akhirat,” pungkasnya.(Muhammad elhami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *