Browse By

CALEG TIDAK TERKENAL



Pemilihan Umum (Pemilu) tinggal menghitung hari lagi. Dari televisi sampai di tembok kita dapat menemukan foto calon legislatif. Euforia ini ternyata tidak begitu sampai ke kalangan mahasiswa FEB UNLAM. Ketertarikan mahasiswa mengikuti pemilu cukup rendah.

Aku bisa golput. Kada tapi tahu calonnya. Kada handak mencari tahu jua (Aku mungkin golput. Tidak kenal calonnya dan tidak mau mencari tahu juga, red),” ujar Abdi Rahman, mahasiswa jurusan Akuntansi 2012.


Komentar senada disampaikan Astia Putriana, mahasiswa jurusan Akuntansi 2011. “Masih bingung. Soalnya permasalah pemerintah tidak bisa hilang kalau cuma diganti orangnya dengan pemilu seperti ini. Seharusnya diganti sistemnya.”


Sampai saat ini menurut pengamatan kru Jurnal Kampus, di FEB UNLAM sendiri memang tidak ada sosialisasi dari pihak KPU. Sebagian besar mahasiswa memilih untuk tidak mencobloskarena tidak tahu. Entah tidak tahu calon legislatif yang akan dipilih atau tidak tahu prosedur mengikuti pemilu. Terutama mahasiswa yang tidak berdomisili di Banjarmasin.

Seperti halnya yang terjadi dengan Widi Arvika, “Aku terdaftar di Tanjung. Gak pulkam karena liburnya satu hari aja. Jadi gak memilih,” akunya.

Bapak Bambang Budiyanto, Ketua KPU Kota Banjarmasin ketika dikonfirmasi melalui telepon mengatakan kalau mahasiswa luar daerah ternyata tetap bisa memilih. “Mahasiswa yang tidak berdomisili di Banjarmasin tidak perlu pulang kampung untuk memilih. Cukup bawa fotocopy KTP ke kantor KPU Kota Banjarmasin. Minta formulir A5. Setelah itu sudah bisa mencoblos di TPS mana saja di Banjarmasin,” terang beliau.

Berbeda dengan Abdi dan Widi, Kimmy Hendryamin yang berdomisili di Pontianak sudah mengetahui informasi ini mengatakan ia akan tetap memilih walaupun tidak kenal calegnya. “Kalau untuk partai aku sudah punya pilihan. Tapi kalau untuk calon legislatifnya, sebenarnya belum tahu dan tidak ada yang kenal. Terpaksa deh memilih secara buta. Mungkin mencoblos caleg yang penampilannya paling meyakinkan,” ceritanya.

Begitu juga dengan Berlian, mahasiswa jurusan Manajemen 2013. “Aku sudah tahu siapa yang mau dipilih. Lihat-lihat di sosialisasi pemilu stasiun TV Banjarmasin. Sempat bingung karena aku terdaftar di Batulicin tapi gak bisa pulkam hari itu. Kalau bisa memilih di Banjarmasin, ya di sini aja.”

Sebelumnya mendatangi Sekretariat KPU Kota Banjarmasin di Jln. Perdagangan No. 2, mahasiswa harus memastikan kalau mereka memang terdaftar di DPT daerah asal. Bisa dicek online di situs resmi KPU, kpu.go.id.

Beberapa partai peserta pemilu sangat jelas mentargetkan mahasiswa dan golongan muda sebagai pemilih mereka. Selain itu jumlah pemilih mahasiswa cukup banyak. Bukan tidak mungkin angka pemilih golput Pemilu 2014 justru meningkat. (ida) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *