Browse By

Sabar Dan Ridha Atas KetetapanNYA



Menyembunyikan sakit atau musibah Seringkali agar dikasihani atau ‘mendapatkan sesuatu’. Kondisi pribadi yang sedang sakit atau kena ‘musibah kecil’ mengubar.

Khususnya saat ini, melalui jejaring sosial, seringkali mereka mengumbar status yg menunjukan kondisi sakit, atau ‘musibah kecil’ di fb (kepanasan/kehujanan/ban bocor/kunci tertinggal), yang justru tidak disukai Rasul.

   
Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu anhu berkata. “Kehidupan yang paling baik ialah apabila kita mengetahuinya dengan berbekal kesabaran”. Maka andaikata engkau mengetahui tentang pahala dan berbagai cobaan yang telah dijanjikan Allah bagimu, tentu engkau bisa bersabar dalam menghadapi sakit. Perhatikanlah riwayat berikut ini.

Ustadz Kamil menjelaskan dalam Alquran Allah SWT berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah:155).

Rasulullah SAW bersabda,“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia tertimpa kebahagiaan dia bersyukur maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim)

Lanjut Ustazd Kamil, hendaknya orang yang sakit merasa ridha dengan ketetapan Allah SWT, bersabar atasnya serta berprasangka baik kepada Allah bahwa ketetapan Allah itu pasti baik. Orang yang telah memiliki kejernihan hati, ia tidak akan pernah mengeluh. Justru ia banyak bersyukur karena segala yang diterimanya, baik berupa rahmat atau ujian, disikapi dengan pikiran positif.

Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya orang mukmin akan menerima tekanan hidup karena tidak ada satu bencana sama ada karena terkena duri atau yang lebih besar, tidak juga ketakutan melainkan Allah akan mengangkat derajatnya satu derajat dan menghapuskan satu kesalahan dengan kesabarannya menghadapi bencana dan kesusahan tersebut. (HR. Hakim)

Diterangkan Nabi SAW terhadap Ummul ‘Ala dan Abdullah bin Mas’ud. Abdullah bin Mas’ud pernah berkata. “Aku memasuki tempat Nabi SAW dan beliau sedang demam, lalu aku berkata. ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau sungguh menderita demam yang sangat keras’. Rasulullah SAW berkata. “Benar. Sesungguhnya aku demam layaknya dua orang diantara kamu yang sedang demam”. Abdullah bin Mas’ud berkata. “Dengan begitu berarti ada dua pahala bagi engkau?” Beliau menjawab. “Benar”. Kemudian beliau berkata. “Tidaklah seorang muslim menderita sakit karena suatu penyakit dan juga lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya”.

“Sabar menghadapi sakit, menahan lidahnya agar tidak mengeluh, merupakan bekal bagi orang mukmin dalam perjalanan hidupnya di dunia. Maka dari itu sabar termasuk dari sebagian iman,. Tidak ada iman bagi orang yang tidak sabar, sebagaimana badan yang tidak ada artinya tanpa kepala,” ujarnya.

Maka Umar bin Al-Khaththab RA berkata. “Kehidupan yang paling baik ialah apabila kita mengetahuinya dengan berbekal kesabaran”. Maka andaikata engkau mengetahui tentang pahala dan berbagai cobaan yang telah dijanjikan Allah bagimu, tentu engkau bisa bersabar dalam menghadapi sakit.(muhammad elhami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *