Browse By

“FASHION SHOW” DI FEB UNLAM

BANJARMASIN—Pakaian yang merupakan salah satu kebutuhan dan juga bentuk dari kesopanan harusnya dapat dikenakan dengan baik agar tidak melanggar etika. 

Seperti halnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unlam (FEB UNLAM) Banyak mahasiswa yang mementingkan gaya berpakaian yang keren secara berlebihan tanpa menghiraukan etika dalam berpakain. Membentuk image FEB UNLAM sebagai kampus artis.

“Menurut saya tidak pantas seorang mahasiswa memakai pakaian hanya sesuai tren, Tidak memandang lagi tempatnya adalah kampus,” kata Khairunnisa.
Lain halnya dengan Winda dan Regina, “Kampus FEB Unlam ini the best dalam hal penampilan, semuanya trendy, modis dan keren” ujarnya.


Dalam hal ini khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unlam (FEB Unlam) sampai saat ini sangat dirasakan bahwa perilaku mahasiswa dalam kehidupan masih kurang menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral. Nilai-nilai tersebut terutama terkait dengan sopan santun dalam berpakaian, Karena kepribadian seseorang dapat dilihat dari bagaimana ia berpakaian. 

Dari tahun ketahun untuk masalah kedisiplinan dalam berpakaian sekarang FEB UNLAM tidak menunjukkan perbaikan, pasalnya kesadaran mahasiswa dalam berpakaian sekarang hanya mementingkan gaya berpakaian mereka masing-masing yang menurut mereka itu keren.

“Saya pikir pakaian itu adalah life style kita tergantung pemikiran. Ada yang berpikir bagus yang ini tapi ada juga yg berpikir bagus yang itu sehingga tidak memandang benar atau salah karena kita berpikir masing-masing berbeda,” ucap Rizky Amaliah.

Sulitnya mengubah pandangan mahasiswa dalam berpenampilan yang sopan agar tidak melanggar etika. Pihak Fakultas pernah membuat peraturan secara tertulis, tetapi ternyata hal itu tidak efektif karena peraturan yang tertulis hanya untuk yang membaca. Untuk yang tidak membaca merasa tidak penting dan mengabaikannya.

Pantauan kru Jurnal Kampus dalam lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unlam (FEB UNLAM) memang masih banyak yang berpakaian tidak rapi dan melanggar aturan yang sudah ditetapkan. Beberapa mahasiswa kedapatan memakai kaos dan high heels. Padahal imbauan untuk pakaian yang pantas harus memiliki kerah dan tidak boleh menggunakan high heels dan sandal. Selain itu lebih banyak lagi mahasiswa yang ‘benar tetapi salah’. Mereka sudah mematuhi peraturan jenis pakaian yang boleh, namun pakaian mereka ketat dan menempel kulit. Jadilah setiap memasuki area kampus, mahasiswa/i terlihat seperti sedang melakukan fashion show. Hal ini dapat menimbulkan citra kampus yang kurang baik dari kalangan luar.

Mahasiswa sebenarnya sadar pakaian mereka melanggar aturan. Seperti pengakuan Andrea misalnya. “Pada saat ke kampus niatnya hanya ingin melihat nilai mid test, sehingga saya berpakaian yang tidak pantas dipakai untuk di kampus,” ujarnya.

Keadaan mahasiswa sekarang yang kurang serius terhadap aturan tentang kedisiplinan dan kesopanan dalam berpakaian, membuat mahasiswa acuh tak acuh dalam penampilannya ke kampus.

“Banyak dari mahasiswa yang tidak mengikuti peraturan walau peraturan di tempat kita terpampang jelas. Bahkan banyak yang lupa bagaimana peraturan berbusana sewajarnya mahasiswa,” ungkap Khairunnisa.

Dalam hal ini kurangnya pemberitahuan tentang etika berpakaian menimbulkan banyaknya mahasiswa yang semerawut dalam berpakaian. Peraturan yang diberitahu pada saat P2B hanya menjadi angin lalu. Dikarenakan ketika orang menuntut aturannya yang tidak ada maka kembali pada moral, patut atau tidak. Kembali pada diri sendiri lagi apakah mahasiswa pantas menggunakan pakaian yang tidak menggambarkan jati diri  mahasiswa.
Bapak Franz Samuel Ampoeng, Sekretaris Jurusan IESP, menegaskan kepada semua pihak agar mengoreksi dengan adanya saling kerja sama, dan aturan itu berlaku jangan hanya untuk mahasiswa tapi untuk semua yang ada di lingkungan kampus. Intinya itu kesadaran diri.

Bapak Ampoeng berharap, “Pada kampus yang sebagus ini, alangkah baiknya mahasiswanya juga harus berprilaku yang bagus, agar pantas disebut mahasiswa,” harapnya. (ridho, kamila, rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *