Browse By

Kartini yang Menentang Angin

Perjuangan kartini masa lalu adalah perjuangan mendapat kesetaraan dengan kaum pria, mendapatkan pendidikan dan haknya sebagai manusia serta tidak hanya sebatas manut, taat dan sendika dhawuh pada tradisi dan pandangan sosial yang menghalangi langkah mereka.

Kartini yang membuat perempuan menjadi utuh sebagai manusia yang berharkat dan bermartabat. Di era modernisasi ini perjuangan kartini masa kini bukan lagi berjuang untuk mendapatkan kesetaraan dan seolah-olah merayakan emansipasi. Tapi perjuangan kartini masa kini adalah menyadarkan kaumnya tentang apa yang menjadikan dirinya lebih dihargai dalam konteks yang lebih luas yaitu bagaimana menjalankan kodratmu dengan prinsip-prinsip yang dewasa. “Perempuan boleh saja menentang angin, tapi tantang angin dengan kelembutan dan keanggunan”.

Menjadi kartini masa kini bukan berarti menjadi perempuan perkasa yang menunjukkan dia memiliki kekuatan melebihi laki-laki. Tapi jadilah kartini masa kini yang berprinsip, tegas, memliki pemikiran yang cerdas dan luas tentang apa yang disebut kodrat perempuan yang sebenarnya. Mencapai kesetaraan bukan berarti menjadikanmu sama dengan pria tapi jadilah setara dengan mensejajarkan bahkan melampaui dari apa  yang pernah dipikirkan laki-laki. Lakukanlah perubahan dengan pemikiranmu bukan dengan kekuatanmu!

Jangan selalu berpikir tentang peranan tapi berpikirlah tentang hasil pemikiranmu yang berguna bagi umat manusia seperti ibu kartini yang telah banyak membawa perubahan khususnya bagi perempuan indonesia bahkan setelah 110 tahun kematiannya, beliau tidak pernah menjabati peranan penting dipemerintahan tapi beliau dikenal karena hasil pemikirannya yang cerdas, tegas dan berani melawan penindasan laki-laki yang menjadikan kebudayaan dan agama sebagai alat pembatas kaum perempuan. Mereka menyalah gunakan pemahaman agama dan membenarkan kebudayaan untuk memenjarakan hak perempuan.

Pendidikan salah satu alat perubahan tapi apakah dengan pendidikan semua orang akan bersikap layaknya orang yang berpendidikan. Sama halnya dengan emansipasi, dengan emansipasi perempuan mendapatkan tempat ditengah dominasi laki-laki tapi apakah dengan emansipasi perempuan telah membawa perubahan yang mempunyai nilai bagi perempuan itu sendiri.

“Perempuan harus diakui sebagai dirinya sendiri,karyanya sendiri dan kreasinya sendiri. Berkarya dan berkreasi lah dengan pemikiranmu bukan dengan popularitas dan kemunafikan mu”. 

Oleh Putri Mawarti S1 Akuntansi.

One thought on “Kartini yang Menentang Angin”

  1. khalisarifpratama says:

    great, bagus tulisannya….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *