Browse By

Akankah Pemilu Raya Mempunyai Dampak?

 
BANJARMASIN – Rangkaian acara Demokrasi Raya Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat 2015 baru saja berakhir Ketua- ketua umum masing-masing institusi berhasil dipilih dari hasil acara Pemilu Raya Mahasiswa. Namun disisi lain, dari hasil perhitungan suara kemudian diketahui bahwa dari 1.934 orang mahasiswa terdaftar aktif, hanya 857 orang atau sebanyak hampir 45% dari total tersebut yang menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Raya Mahasiswa tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan bahkan keraguan mengenai kualitas dari hasil pemilihan dan seberapa besar peran dari Pemilu Raya Mahasiswa itu sendiri.

Rendahnya tingkat partisipasi mahasiswa dalam Pemilu Raya Mahasiswa ini dinilai terjadi karena kurangnya pemahaman dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya arti dari acara ini sendiri.

Kepedulian mahasiswa terhadapap acara ini mulai menurun diduga disebabkan oleh menurunnya kepercayaan bahwa Pemilu Raya Mahasiswa dapat memberikan dampak bagi mahasiswa. Ini dikarenakan penilaian umum mengenai program-program kerja dari intitusiinstitusi yang selama ini cenderung terasa lebih dominan terselenggara dilingkungan luar kampus.

Seperti yang diungkapkan salah seorang mahasiswa dari program studi IESP, Raka Pridipta Permadi, “Mungkin kurangnya partisipasi mahasiswa (terutama non-organisatoris) dalam pemilu ini dikarenakan kurangnya informasi yang diketahui mengenai pentingnya organisasi dan program-program kerjanya untuk kepentingan bersama. Tapi memang diakui belum ada penghubung yang cukup kuat antara mahasiswa secara umum dengan program-program kerja yang dapat banyak berdampak langsung terhadap mereka” ujarnya.

Ketua Umum BEM terpilih 2015, Miftah Haris Padillah (S1 Akuntansi/2011) menjelaskan bahwa peran dari Pemilu Raya Mahasiswa sendiri sebagai sarana penyalur aspirasi mahasiswa yang dapat diwakilkan pada ketua-ketua umum terpilih dengan visi-misinya melalui suara voting yang diberikan, sehingga sebagai salah satu perwujudan demokratisasi di lingkungan kampus.

Ketua umum HMA terpilih Abu ahmad alhamdu mengatakan bahwa voting dari
mahasiswa sangat berpengaruh besar khusunya untuk lingkungan Fakultas, dan sikap acuh terhadap sistem demokrasi harusnya dirubah. Lebih jauh pria yang akrab di sapa Abu ini menjelaskan HMA akan melakukan survey demi mengetahui apa yg diinginkan mahasiswa dari HMA itu sendiri lalu diterapkan ke proker. “Dan tidak takut merubah budaya kearah yang lebih baik” jelasnya.

Menanggapi kurangnya partisipasi mahasiswa dalam pemilu raya lalu wakil dekan 3 bapak Dr. Syaiful Hifni. Drs.Ec.Msi, AK,CA. Mengatakan Usaha dari pelaksana sudah cukup baik, intens, serta terkoordinir. Menurut beliau Keseluruhan mahasiswa memiliki presepsi yag tidak sama tentang motif minat serta peran atas kegiatan pemilu raya tersebut. 

“Sebuah kesadaran harusnya berasal dari kesadaran mahasiswa itu sendiri, Ini sepertinya belum tergali” Ungkapnya.

Wakil dekan 3 bidang kemahasiswaan tersebut menyampaikan harapannya agar setiap program kerja yang dilaksanakan tidak hanya bertujuan mencapai output saja tetapi dampak dari kegiatan tersebutlah yang lebih penting.

        “Setiap program yang dilakukan bukan mencapai output, tapi impact dan proses untuk mencapai itu, itu penting. Pada saat proses, peristiwa apa yg kita alami. Kegiatan mahasiswa itu, Menghadirkan suatu pelaksaan yang mempunyai dampak apa” Harap beliau. (Ismy/Annisa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *