Browse By

Kuliah Informal Ekonomi Islam

BANJARMASIN – FSQ (Forum Studi Qur’an) Ulul Albab Salah satu UKM di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung mangkurat, mempunyai sebuah kegiatan rutin berupa Kuliah Informal Ekonomi Islam atau yang bisa disingkat dengan KIEI. Kuliah informal ini merupakan bagian dari program kerja KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam).

Adapun isi perkuliahannya tentu berbeda dengan perkuliahan formal pada umumnya, di KIEI ini mahasiswa dan dosennya lebih banyak berdiskusi dan studi kasus, seperti yang dijelaskan oleh Fhara Dita Resty Ani selaku koordinator KSEI akhwat.

Lebih lanjut ia menjelaskan “di KIEI disampaikan tentang apa itu ekonomi Islam, dan apa saja yang sebenarnya bisa diterapkan dalam ekonomi Islam” jelasnya.

KIEI ini terbagi menjadi 2 macam “Kuliah ini sebenarnya ada 2, ada kuliah dasar dan kuliah lanjutan . Kuliah dasar membicarakan materi tentang ekonomi Islam yang mendasar, seperti pilar-pilar ekonomi islam, pengelolaan kepemilikan, dan ada juga distribusi kekayaan. Kalau kuliah lanjutan, materi-materi yang berhubungan dengan kemasyarakatan, seperti bagaimana jual beli sesuai syariat, bagaimana kerjasama bisnis secara Islam” terangnya.

Hal yang mendasari dilaksanakannya KIEI itu sendiri sesuai dengan landasan yang dipegang oleh satu-satunya UKM di FEB Unlam yang bernafaskan Islam ini yaitu dakwah ”sebenarnya KSEI dibentuk dari anggota-anggota FSQ yang ingin memperjuangkan, dan juga ingin menyampaikan Ekonomi Islam di FEB Unlam, oleh karena ketika kita ingin menyampaikan ataupun memperjuangkan ekonomi Islam kita harus tau ilmunya, sebab itulah dibentuk KIEI dengan tujuan, dari KIEI tersebut bisa mendapatkan ilmu untuk disampaikan dan untuk menambah shaqofah ilmu ekonomi Islam juga.” ujar mahasiswi yang sedang menempuh semester 6 jurusan Akuntansi tersebut.

KIEI ini sendiri dilaksankan setiap hari Selasa, pukul 16.00-18.00, di FEB Unlam dengan pengajarnya Bapak Rahman Fauzan, yang merupakan pimpinan klinik bisnis syari’ah di Banjarmasin. Peserta KIEI sendiri ada 2, yaitu peserta dari internal FEB Unlam dan eksternal FEB Unlam seperti UNISKA dan POLIBAN.

Menurut Fhara Perbandingan antara peserta internal dan eksternal antara 40% : 60% dengan lebih banyak peserta dari esternal. Untuk bisa mengikuti KIEI ini sebenarnya sangat mudah, hanya dengan mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran yang relatif terjangkau, serta aktif mengikuti perkuliahan. Mahasiswa dan mahasiswi FEB Unlam sendiri bisa memanfaatkan perkuliahan ini untuk mendapat pengetahuan baru yang sangat bermanfaat.

          Fhara yang mewakili FSQ Ulul Albab dan KSEI pada khususnya menyampaikan harapan dengan hadirnya kuliah informal ekonomi Islam ini, peserta bisa lebih paham lagi tentang ekonomi Islam, mendapatkan ilmu yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan juga nantinya diharapkan bisamenyampaikan kepada teman-teman yang lain yang belum ikut KIEI. (Nur Sa’adah/Aina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *