Browse By

Pemangkasan Dilakukan Setengah Hati


BANJARMASIN – Beberapa waktu lalu Fakultas Ekonomi dan Bisnis melakukan penebangan pohon besar yang berada ditaman kampus dan sekitarnya. Dampaknya pun langsung di rasakan oleh para mahasiswa.
“dengan adanya penebangan pohon di taman tersebut membuat suasana di kampus menjadi lebih panas dari pada yang dulu, karena berkurangnya Oksigen yang dihasilkan dari pohon-pohon yang ditebang” ujar Agustinus Wahyudi mahasiswa
Akuntansi-2014.
Mahasiswa lainnya justru menyayangkan proses penebangan yang menggangu, seperti yang dikatakan Reny Marliadi “kalau mau menebang selain dikondisikan dengan cuaca, juga dikondisikan dengan waktu perkulihan, agar kegiatan perkuliahan tidak terganggu, seperti saat itu ada suara-suara bising saat penebangan dan hasil penebangan berserakkan di jalan sehingga mengganggu jalan lalu lalang mahasiswa”.
Hal tersebut senada dengan yang disampaikan oleh salah satu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Bapak Drs. Franz Samuel Ampoeng Lambut, M.E “Pak dekan menginstruksikan kepada bagian perlengkapan untuk melakukan pemangkasan, dan menurut saya yang diperintahkan untuk melakukan penebangan tersebut melaksanakannya tidak sepenuh hati. Penebangannya kan dilakukan menggunakan senso dan akibatnya beberapa kabel putus. antara yang menginstruksikan, mendapatkan tugas dan yang menjalankan tugas kok tidak dengan hati” ungkapnya.
Menurut dosen yang akrab di sapa Pak Ampoeng ini, pemangkasan pohon tersebut juga sangat disayangkan oleh salah satu mantan dekan kita “Padahal yang menanam ini (pohon-pohon) zaman pak fahmi bersama dengan beberapa dosen lainnya” ujarnya.
“Padahal sebentar lagi akreditasi, kalau dulu salah satu unggulan fakultas kita ini sejuknya, dengan kondisi yang seperti ini apa yang terjadi, kita mungkin belum bagus IT, tapi bandingkan dengan Hukum, Fisip, Fkip, Politeknik (yang tidak mempunyai taman). Dan ini dikeluhkan oleh orang yang pernah menanam yaitu Pak Fahmi dan Ibu Enny” tambahnya.
Menurut dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Bapak Dr. Zakhyadi Ariffin, Drs. M.SI mengatakan penebangan itu terjadi saat saya di luar daerah, gagasannya memang dari kami, kemaren itu rencananya dipangkas pada bagian yang membahayakan saja, yang mengenai kabel listrik dan segala macam, bukan maksud dipangkas semua,” ujar beliau yang kami temui di ruang kerjanya.
Memang sangat disayangkan jika instruksi yang semula bertujuan untuk membuat lingkungan kampus menjadi lebih rapi malah dilakukan dengan setengah hati yang berakibat kampus kehilangan keunggulannya. (Putri/Aina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *