Browse By

Universitas Lakas Maju


Penulis                      : Dr. Budi Suryadi, M.Si
Penerbit                    : Lentera Kreasindo
Jumlah halaman      : 133
Tahun terbit              : 2015
Buku ini secara garis besar memaparkan tentang wacana-wacana dan harapan tentang Universitas Lambung Mangkurat agar menjadi universitas yang “Lakas Maju”. Buku ini dibuka dengan penyampaian wacana penggantian singkatan Unlam menjadi ULM.Dibuku ini juga disampaikan kenapa wacana untuk mengganti singkatan Unlam tersebut dapat mencul, alasannya yaituberdasarkan perkembangan diluar sana singkatan Unlam dilabeli macam-macam sebutan seperti Universitas labat maju atau bahkan bagi mereka yang belum pernah mendengar nama Unlam, mengartikan kepanjang Unlam tersebut adalah Universitas Lampung.
Hal menarik dibuku ini selain memaparkan beberapa wacana, penulis yang juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) tersebut juga menyampaikan kritiknya terhadap Universitas tertua di Kalimantan ini. Misalnya pada bab yang diberinya judul “Mencari Burung Enggang”, pada bab tersebut penulis menyampaikan bahwa burung enggang yang merupakan simbol Unlam tapi justru tidak terasa eksistensinya di Universitas yang menjadikannya simbol tersendiri.
Menurut penulis, filosofi dari burung enggang tersebut yaitu orang-orang Unlam harus mempunyai cita-cita setinggi langit karena burung enggang ini hanya hinggap di pohonpohon tinggi.
“Ada dua kelembagaan yang keberadaannya menjadi sangat penting hanya di setiap lima tahun sekali, tetapi setelah lima tahun itu keberadaan lembaga itu menjadi tidak terlalu penting lagi, yaitu senat”. Kalimat tersebut menjadi pokok pikiran yang di sampaikan penulis tentang kritiknya mengenai ketidak populeran baik itu senat Universitas maupun senat Fakultas.
Pada dasarnya, buku ini lahir karena banyaknya wacana yang berkembang tapi justru wacana tersebut hanya berkembang pada diskusi-diskusi kecil serta beberapa kritik penulis yang pada akhirnya menginginkan Unlam menjadi “Universitas Lakas Maju”. Maju tidak hanya pada sebutan tapi juga sistem,SDA yang di dalamnya serta perlunya pebaharuan dilingkungan kampus. (Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *