Browse By

Category Archives: Sastra

No Thumbnail

“Malang…”

sumber foto: http://halomalang.com/      Pengumuman itu baru saja berlangsung, seketika membuat denting waktu sejenak berhenti dibenak ku. Kaki ku terasa berat dan mulutku seakan terkunci rapat. Masih sangat ku ingat kalimat beberapa menit barusan yakni saat Kepala Sekolah mengumumkan kelulusan Sekolah dan begitu sulit untuk

No Thumbnail

“Cinta Dalam Sepotong Donat”

sumber foto: http://donatcinta.wordpress.com/ Koraan…koran..koran datang…selamat pagi dunia. Namaku Prima . P-r-i-m-a . lelaki berumur 18 tahun . yang sehari-hari mengantarkan cakrawala dunia ke tangan kalian semua. Pagi ini seperti biasa aku berkeliling, mengantarkan koran ke rumah rumah yang sudah berlangganan , permisi jawabku koran datang…tak ada

No Thumbnail

PESAN TERAKHIR

“Undangan siapa ini yah?” aku penasaran dengan undangan yang di berikan ayah. “Buka saja, kau akan tahu apa isinya.” Jawab ayah dengan muka penuh rona bahagia        Aku terperangah, berulang-ulang membaca nama calon pengantin pria, Ir. Ramdani, ku harap hanya namanya yang sama dengan ayah,

No Thumbnail

RUPIAH TIBA

Di tengah malam, tepat malam jum’at kliwon bulan purnama, saat Dika tertidur dengan pulasnya, tiba-tiba ada suara teriakan dari depan pintu, pintu itu terus di ketuk, antara mendengar atau tidak, sebagian malah dikira mimpi, Dika pun tertidur kembali. Tapi bunyi ketukan itu semakin keras “Malah

No Thumbnail

CERPEN : Putri Bunian

Taken from fotolog.com PUTRI BUNIAN Oleh Ida Muliyati – Anggota Produksi LPM Jurnal Kampus Naskah diikutsertakan dalam Proyek GPM Amuntai Antologi Cerpen Keliling Kalsel Ketika aku menyibak tirai kamar, langit pagi masih gelap, semburat kemerahan sang fajar masih merayap malu-malu di ufuk timur. Tanah masih

No Thumbnail

PUISI : Prolog

Taken from ungunyadani.blogspot.com Prolog Oleh Ida Muliyati Ketika menulis menjadi nadi-nadiku. . . Kata-kata itu, yang bermain hanya di dalam kebisuan pikiran,  merayap-rayap di dinding sunyi Berbisik seolah berkata, “Tulislah aku, tulislah aku.” Mantra apa yang merasukiku? Entah.. Siapa yang peduli? Naskah hanyalah fiksi Semu

No Thumbnail

PUISI : Budak

Taken from lightsflows.com  Budak Oleh Winardi Di sebuah sudut  hati tanpa cahaya Aku tertunduk, merintih, ingin menjerit Tertatih – tatih aku berjalan mencari jalan keluar Aku tersungkur, terjatuh, hitam wajahku Mantra apa yang kau ucapkan. Sihir apa yang kau gunakan Kau kendalikan pikiranku. Aku hanya

No Thumbnail

PUISI : Kursi Emas

Taken from flickr.com  oleh Winardi Telah lama sang tergugat meraba benalu Namun dia tak jua tau apa itu Dia terbang beriringan berdampingan Tak sadar melesak ke hamparan sumur bergoyang             Dia dapatkan ladang emas berlian             Kupu – kupu menawan pun banyak di genggaman            

No Thumbnail

PUISI : Edelweiss

Taken from Artlimited.net Ribuan kata bahkan tak bisa jelaskan Seseorang bersama jutaan kasih sayang Di Sekelilingnya Terhampar angan angan cantik masa depan Ajarkanku berbicara Ajarkanku cara berjalan Ajarkanku melihat dunia Keikhlasanmu terpancar terang Dalam hati yang suci Kau mengurai senyum Tanpa hiraukan letih hidup Semua

No Thumbnail

PROSA : Sekuat Dandelion

Tak dianggap atau hanya dianggap sebagai tumbuhan liar. Terlihat sangat rapuh memang. Tetapi sebenarnya dia sangat kuat. Dia akan terbang jika tertiup angin. Tubuhnya memang ringan, sehingga angin sangat mudah untuk menerbangkannya. Namun, dia tidak pernah mengeluh. Iya, dia tidak pernah benci kepada angin. Dia